Mari kita satukan tekad rapatkan barisan untuk membangun bumi silalouw tercinta...

Penantian Akan Sang Manusia sempurna

Berbicara tentang Manusia Sempurna dan karakteristiknya, maka harus pula membicarkan budaya, agama, tradisi, filsafat, dan segala pemikiran yang melingkupinya. Manusia Sempurna memiliki sebutan yang berbeda, seperti Wakil Tuhan, Jivan Mukti, Filosof, Manusia Agung, Maha Guru, Manusia Luar Biasa, Manusia Super, namun semua sebutan tersebut mempunyai muara yang sama.

Dalam agama Yahudi, Adam adalah Manusia Sempurna, karena Tuhan menciptakan Adam sesuai dengan bentuk “wajah-Nya”. Dalam agama Kristen, Yesus adalah Manusia Sempurna, karena ia anak Allah yang telah mengorbankan diri demi mensucikan manusia dari dosa. Menurut Perjanjian Baru Alam ini diciptakan untuk dia. Dalam agama Zoroaster Manusia yang Sempurna adalah “Shushiant” yaitu orang yang bermanfaat yang mampu mengeluarkan manusia dari kelalaian dan kejahatan. “Shushiant akbar” akan muncul pada akhir melenium dunia (tahun 12.000).
Menurut Plato, Manusia Sempurna adalah manusia yang yang lebih mencintai ‘kebijaksanaan” meskipun dia sendiri tidak bijaksana, karena kebijaksanaan merupakan idea kebenaran, dan kebenaran adalah Tuhan. Manusia Sempurna dalam Islam adalah Manusia yang terkarakterkan dalam al-Quran, dalam Islam yang lebih fokus membahas tentang Manusia Sempurana adalah aliran tasawuf, jadi dalam persepsi tasawuf Manusia sempurna adalah para Sufi.
Sang Manusia Sempurna menurut Prof. Dr. Mulyadi Kartanegara adalah sosok manusia ideal, bukan hanya sebagai makhluk fisik, tetapi juga makhluk spiritual yang mempunyai kedudukan yang sangat istimewa dalam kosmos, ia tidak hanya terkait dengan dunia fisik semata namun juga dengan dunia “spiritual”, ia merupakan intisari kosmos karena ia dipandang sebagai “mikrokosmos” yang telah dijadikan sebab fundamental penciptaan alam.
Di sini Mulyadi mencoba memahami bahawa segala apapun yang ada di alam ini yang telah diciptakan oleh Tuhan diperuntukkan bagi kemaslahatan manusia, karena manusia adalah khalifah atau dan kekasih Tuhan.ia adalah satu-satunya wakil dari Sang Pencipta yang diberi tugas luhur untuk mengejawentahkan segala kehendak-Nya. Ia adalah wakal raja di Raja, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Menurut pandangan Mulyadi Sang manusia sempurna adalah manusia yang mampu mengemban tugas Tuhan menjaga keseimbangan alam kosmos ini, menjaga bumi ini dari kerusakan .
jadi menurut Mulyadi, “Siapakah yang layak disebut Sang Manusia Sempurna pada era yang serba sulit ini, ketika moral telah mengalami deklinasi, ketika alam enggan bersahabat lagi ?”.
Karekeristik Manusia Sempurna menurut Mulla Shadra (1517-) adalah;
1. kekuasaan untuk menghasilkan sesuatu di dunia eskternal. Apapun yang diimajinasikan dalam pikirannya maka hal itu akan terwujud sesui kehendaknya tanpa memerlukan adanya persiapan, kondisi dan waktu. Meskipun ia berada di dunia materi namun ia terlepas dari hukum materi, karena ia sesungguhnya berada di “maqam” surga.
2. manusia sempurana adalah ia yang telah ditransformasikan aspek batinnya melalui manifestasi Tuhan, ia keluar dari kuburan fisik materialnya dan telah mati dari kehidupan duniawinya. Ia dapat melihat yang orang lain tidak dapat melihatnya.
3. manusia sempurna adalah mereka yang mampu mengenal hakikat sejati Tuhan dalam sejumlah manifestasi-Nya yang mereka sembah.
4. ia adalah yang mampu mengemban “amanah” Tuhan, Nur Illahi dan sifat-sifat hakikat Tuhan (Q.S. 33:72). Ia dapat mengaktualisasikan amanah tersebut.
5. manusia Sempurna harus memutuskan seluruh sifat duniawinya dan menghilangkan rasa cinta pada alam materi demi mencapai kesucian hati.
Dari seluruh karakteristik Manusia Sempurna yang dipaparkan oleh Mulla Shadra ternyata unsur mistik atau tasawuf sangat mempengaruhi dan dominan. Dapat diambil konklusi bahawa manusia sempura menurut Mulla Shadra adalah para Sufi.
Karakteristik Manusia Sempurna menurut Swami Vivekananda (1863-1902), seorang tokoh agama Hindu dan filsuf adalah :
1. Manusia Sempurna terbebas dari kepemilikan dan ketergantungan pada nafsu, keinginan, harta milik, kesepian, aspirasi, imbalan jasa, masa dan ruang. Karena semua hal tersebut hanya akan membawa manusia pada perbudakan diri dan pada akhirnya kepada “perbudakan spirit”.
2. seluruh dunia, sifat-sifat kesempurnaan, kekuatan, eksistensi aktual terdapat dalam dirinya, dan ia mampu mengaktualisasikan keseluruhan potensi-potensi tersebut. Dengan kemampuannya tersebut ia menjadi perantara rahmat Tuhan.
3. Manusia Sempurna tidak terpenjara dengan keinginannya di dunia yang terbatas ini, karena ia telah mencapai tingkat tertinggi dan melihat Tuhannya; dia memahami realitas dan dunianya sebagai yang absolut.
4. Manusia Sempurna ada dalam diri Tuhan, ia tak dapat dibedakan dengan Tuhan, karena dia telah menyatu dengan Tuhan.. seluruh sifat-sifat Tuhan telah termanifestasikan dalam dirinya, maka dia adalah “tuhan” itu sendiri yang ada di bumi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepa-Silalouw's Fans Box

Sepa-Silalouw on Facebook