Mari kita satukan tekad rapatkan barisan untuk membangun bumi silalouw tercinta...

Doa sebagai senjata

Sabda Rasulullah Saw:

“Doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama serta cahaya langit dan bumi” (HR Hakim)

Pentingnya doa bahkan Rasulullah Saw mengibaratkan sebagai senjata, tiang agama dan cahaya langit dan bumi. Ini tentu harus kita maknai dalam kehidupan keseharian kita. Karena sebagai senjata, maka doa harus selalu dibawa untuk keamanan diri kita dari serangan musuh.

“… dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu,” (QS. Al-Baqarah 2:168)

Dalam suatu riwayat dikatakan, Nabi Muhammad SAW pernah berdialog dengan setan,” Hai setan, siapakah musuh-musuhmu?” Setan menjawab ada lima belas, yaitu :
1. Nabi Muhammad SAW,
2. Imam (pemimpin) yang adil,
3. Orang kaya yang rendah hati,
4. Pedagang yang jujur,
5. Orang alim yang shalatnya khusyu’,
6. Orang beriman yang suka memberi nasihat,
7. Orang beriman yang pengasih,
8. Orang yang tobat dan tetap atas tobatnya,
9. Orang yang tidak mau mengerjakan yang haram,
10. Orang beriman yang senantiasa berwudlu,
11. Orang beriman yang banyak sedekah,
12. Orang beriman yang berkelakuan baik,
13. Orang beriman yang bermanfaat bagi orang banyak,
14. Orang yang terus-menerus membaca Al-Quran dan menghafalkannya,
15. Orang yang mendirikan ibadat pada malam hari.

Sedangkan kawan-kawan setan ada sepuluh, yaitu :

1. Hakim yang tidak adil,
2. Orang kaya yang sombong,
3. Pedagang yang tidak jujur,
4. Peminum minuman yang memabukkan,
5. Penghasut orang yang mendapat kebaikan,
6. Orang yang beriman karena ingin pamer,
7. Orang yang memakan harta anak yatim,
8. Orang yang mempermudah (mengabaikan) shalat,
9. Orang yang tidak mau berzakat,
10. Orang yang suka melamun.
(dari: Buku Pintar Agama Islam, Syamsul Rizal Hamid)

Menurut Muhammad Ash Shayim dalam bukunya, Rumah Idaman Yang Tidak Dimasuki Setan, terdapat 17 pintu masuk bagi setan ke dalam hati manusia, yaitu :
1. Kebodohan
2. Amarah
3. Cinta dunia
4. Angan-angan yang muluk
5. Ambisi
6. Kikir
7. Kibr
8. Suka dipuji
9. Riya
10. Ujub dan kesombongan
11. Mengeluh dan tidak sabar
12. Mengikuti hawa nafsu
13. Su’uzh-dhan
14. Meremehkan orang lain
15. Menganggap enteng dosa
16. Merasa aman dari murka Allah SWT
17. Putus asa dari rahmat Allah SWT
(dari: Buku Pintar Agama Islam, Syamsul Rizal Hamid)

Doa adalah benteng untuk melindungi diri dari serbuan setan melalui 17 penjuru ini. Jika doa itu ibarat senjata, maka senjata harus senantiasa terjaga dengan baik, selalu diasah dan dibersihkan setiap saat. Adapun cara merawat doa adalah dengan menjaga kebersihan lahir dan batin kita. Makan makanan yang halal, tidak berkata-kata yang kotor dan selalu berdzikir (ingat kepada Allah) adalah cara merawatnya.

“Dan banyaknya berdoa mengingat Allah, supaya kamu memperoleh kejayaan,” (QS. al-Anfal 8:45)

Allah memberikan masing-masing waktu dgn keutamaan & kemuliaan yg berbeda-beda diantaranya ada waktu-waktu tertentu yg sgt baik utk berdoa, akan tetapi kebanyakan org menyia-nyiakan kesempatan baik tersebut.
Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yg sama & tidak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yg utama & mulia utk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan & keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain. :

[1]. Sepertiga Akhir Malam
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. “Artinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhirmmalam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya”. [Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150]

[2]. Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa
Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa yang tidak ditolak”. [Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da'watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17].

[3]. Setiap Selepas Solat Fardhu
Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, beliau menjawab. “Artinya : Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu”. [Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782].

[4]. Pada Saat Perang Berkecamuk
Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak ; doa pada saat adzan dan doa tatkala peang berkecamuk”. [Sunan Abu Daud, kitab Jihad 3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa' 3/360. Hakim dalam Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan Al-Albani dalam Ta'liq Alal Misykat 1/212 No. 672].

[5]. Sesaat Pada Hari Jum’at
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut”. [Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6]
Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/203. Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik mimbar hingga selesai shalat Jum’at atau hingga selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib.

[6]. Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah Dari ‘Amr bin ‘Anbasah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. “Artinya :Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya”. [Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595]. Terbangun tanpa sengaja pada malam hari.[An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190] Yang dimaksud dengan “ta’ara minal lail” terbangun dari tidur pada malam hari.

[7]. Doa Di antara Adzan dan Iqamah
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah”. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139]

[8]. Doa Pada Waktu Sujud Dalam Solat
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. [Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur'an fi Ruku' wa Sujud 2/48]. Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.

[9]. Pada Saat Sedang Kehujanan
Dari Sahl bin a’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. “Artinya : Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan”. [Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' No. 3078]. Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. [Fathul Qadir 3/340].

[10]. Pada Saat Ajal Tiba
Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian bersabda. “Artinya : Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya’. Beliau bersabda : ‘Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan”. [Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38]

[11]. Pada Malam Lailatul Qadar
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. “Artinya : Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. [Al-Qadr : 3-5]. Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. [Tuhfatud Dzakirin hal. 56]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepa-Silalouw's Fans Box

Sepa-Silalouw on Facebook