Mari kita satukan tekad rapatkan barisan untuk membangun bumi silalouw tercinta...

Doa sebagai senjata

Sabda Rasulullah Saw:

“Doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama serta cahaya langit dan bumi” (HR Hakim)

Pentingnya doa bahkan Rasulullah Saw mengibaratkan sebagai senjata, tiang agama dan cahaya langit dan bumi. Ini tentu harus kita maknai dalam kehidupan keseharian kita. Karena sebagai senjata, maka doa harus selalu dibawa untuk keamanan diri kita dari serangan musuh.

“… dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu,” (QS. Al-Baqarah 2:168)

Dalam suatu riwayat dikatakan, Nabi Muhammad SAW pernah berdialog dengan setan,” Hai setan, siapakah musuh-musuhmu?” Setan menjawab ada lima belas, yaitu :
1. Nabi Muhammad SAW,
2. Imam (pemimpin) yang adil,
3. Orang kaya yang rendah hati,
4. Pedagang yang jujur,
5. Orang alim yang shalatnya khusyu’,
6. Orang beriman yang suka memberi nasihat,
7. Orang beriman yang pengasih,
8. Orang yang tobat dan tetap atas tobatnya,
9. Orang yang tidak mau mengerjakan yang haram,
10. Orang beriman yang senantiasa berwudlu,
11. Orang beriman yang banyak sedekah,
12. Orang beriman yang berkelakuan baik,
13. Orang beriman yang bermanfaat bagi orang banyak,
14. Orang yang terus-menerus membaca Al-Quran dan menghafalkannya,
15. Orang yang mendirikan ibadat pada malam hari.

Sedangkan kawan-kawan setan ada sepuluh, yaitu :

1. Hakim yang tidak adil,
2. Orang kaya yang sombong,
3. Pedagang yang tidak jujur,
4. Peminum minuman yang memabukkan,
5. Penghasut orang yang mendapat kebaikan,
6. Orang yang beriman karena ingin pamer,
7. Orang yang memakan harta anak yatim,
8. Orang yang mempermudah (mengabaikan) shalat,
9. Orang yang tidak mau berzakat,
10. Orang yang suka melamun.
(dari: Buku Pintar Agama Islam, Syamsul Rizal Hamid)

Menurut Muhammad Ash Shayim dalam bukunya, Rumah Idaman Yang Tidak Dimasuki Setan, terdapat 17 pintu masuk bagi setan ke dalam hati manusia, yaitu :
1. Kebodohan
2. Amarah
3. Cinta dunia
4. Angan-angan yang muluk
5. Ambisi
6. Kikir
7. Kibr
8. Suka dipuji
9. Riya
10. Ujub dan kesombongan
11. Mengeluh dan tidak sabar
12. Mengikuti hawa nafsu
13. Su’uzh-dhan
14. Meremehkan orang lain
15. Menganggap enteng dosa
16. Merasa aman dari murka Allah SWT
17. Putus asa dari rahmat Allah SWT
(dari: Buku Pintar Agama Islam, Syamsul Rizal Hamid)

Doa adalah benteng untuk melindungi diri dari serbuan setan melalui 17 penjuru ini. Jika doa itu ibarat senjata, maka senjata harus senantiasa terjaga dengan baik, selalu diasah dan dibersihkan setiap saat. Adapun cara merawat doa adalah dengan menjaga kebersihan lahir dan batin kita. Makan makanan yang halal, tidak berkata-kata yang kotor dan selalu berdzikir (ingat kepada Allah) adalah cara merawatnya.

“Dan banyaknya berdoa mengingat Allah, supaya kamu memperoleh kejayaan,” (QS. al-Anfal 8:45)

Allah memberikan masing-masing waktu dgn keutamaan & kemuliaan yg berbeda-beda diantaranya ada waktu-waktu tertentu yg sgt baik utk berdoa, akan tetapi kebanyakan org menyia-nyiakan kesempatan baik tersebut.
Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yg sama & tidak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yg utama & mulia utk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan & keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain. :

[1]. Sepertiga Akhir Malam
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. “Artinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhirmmalam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya”. [Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150]

[2]. Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa
Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa yang tidak ditolak”. [Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da'watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17].

[3]. Setiap Selepas Solat Fardhu
Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, beliau menjawab. “Artinya : Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu”. [Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782].

[4]. Pada Saat Perang Berkecamuk
Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak ; doa pada saat adzan dan doa tatkala peang berkecamuk”. [Sunan Abu Daud, kitab Jihad 3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa' 3/360. Hakim dalam Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan Al-Albani dalam Ta'liq Alal Misykat 1/212 No. 672].

[5]. Sesaat Pada Hari Jum’at
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut”. [Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6]
Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/203. Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik mimbar hingga selesai shalat Jum’at atau hingga selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib.

[6]. Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah Dari ‘Amr bin ‘Anbasah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. “Artinya :Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya”. [Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595]. Terbangun tanpa sengaja pada malam hari.[An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190] Yang dimaksud dengan “ta’ara minal lail” terbangun dari tidur pada malam hari.

[7]. Doa Di antara Adzan dan Iqamah
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah”. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139]

[8]. Doa Pada Waktu Sujud Dalam Solat
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. [Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur'an fi Ruku' wa Sujud 2/48]. Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.

[9]. Pada Saat Sedang Kehujanan
Dari Sahl bin a’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. “Artinya : Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan”. [Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' No. 3078]. Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. [Fathul Qadir 3/340].

[10]. Pada Saat Ajal Tiba
Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian bersabda. “Artinya : Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya’. Beliau bersabda : ‘Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan”. [Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38]

[11]. Pada Malam Lailatul Qadar
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. “Artinya : Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. [Al-Qadr : 3-5]. Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. [Tuhfatud Dzakirin hal. 56]

Jadwal Piala Dunia 2010

Bagi penggemar Olah raga Sepak Bola, bersiaplah untuk menyaksikan Piala Dunia 2010 South Africa. Tepatnya akan dimulai pada tanggal 11 Juni 2010. Agar tidak ketinggalan, berikut ini adalah jadwal piala dunia.

Group A - Afrika Selatan, Uruguay, Perancis dan Meksiko

Match

Waktu
Antara
111-06-2010 / 21:00
Afsel
vsMeksiko
2 12-06-2010 / 01:30
Uruguay vsPerancis
1717-06-2010 / 01:30 Afsel
vsUruguay
1818-06-2010 / 01:30 Perancis vsMeksiko
3322-06-2010 / 21:00 Meksiko vsUruguay
3422-06-2010 / 21:00 Perancis vsAfsel

Group B - Argentina, Nigeria, Yunani dan Korea

Match

Waktu
Antara
3
12-06-2010 / 21:00
Argentina
vsNigeria
4
12-06-2010 / 18:30Korea
vsYunani
19
17-06-2010 / 21:00Yunani
vsNigeria
20
17-06-2010 / 18:30Argentina
vsKorea
35
23-06-2010 / 01:30Nigeria
vsKorea
36
23-06-2010 / 01:30Yunani
vsArgentina

Group C - Inggris, Algeria, Slovenia, dan USA

Match

Waktu
Antara
5
13-06-2010 / 01:30
Inggris
vsUSA
6
13-06-2010 / 18:30Algeria
vsSlovenia
22
18-06-2010 / 21:30Slovenia
vsUSA
23
19-06-2010 / 01:30Inggris
vsAlgeria
37
23-06-2010 / 21:00Slovenia
vsEngland
38
23-06-2010 / 21:00USA
vsAlgeria

Group D - German. Australia, Ghana, Serbia

Match

Waktu
Antara
7
14-06-2010 / 01:30
German
vsAustralia
8
13-06-2010 / 21:00Serbia
vsGhana
21
18-06-2010 / 18:30German
vsSerbia
24
19-06-2010 / 21:30Ghana
vsAustralia
39
24-06-2010 / 01:30Ghana
vsGerman
40
24-06-2010 / 01:30Australia
vsSerbia

Group E - Belanda, Jepang, Kamerun dan Denmark

Match

Waktu
Antara
9
14-06-2010 / 18:30
Belanda
vsDenmark
10
14-06-2010 / 21:00Jepang
vsKamerun
25
19-06-2010 / 18:30Belanda
vsJepang
26
20-06-2010 / 01:30Kamerun
vsDenmark
43
25-06-2010 / 01:30Denmark vsJepang
44
25-06-2010 / 01:30Kamerun
vsBelanda

Group F - Italia, Slovakia, New Zealand dan Paraguay

Match

Waktu
Antara
11
15-06-2010 / 01:30
Italia
vsParaguay
12
15-06-2010 / 18:30New Zealand
vsSlovakia
27
20-06-2010 / 18:30Slovakia
vsParaguay
28
20-06-2010 / 21:00italia
vsNew Zealand
41
24-06-2010 / 21:00Slovakia
vsItalia
42
24-06-2010 / 21:00Paraguay
vsNew Zealand

Group G - Brazil, Korea DPR, Portugal, Ivory Cost

Match

Waktu
Antara
13
15-06-2010 / 21:00
Ivory Cost
vsPortugal
14
16-06-2010 / 01:30Brazil
vsKorea DPR
29
21-06-2010 / 01:30Brazil
vsIvory Cost
30
21-06-2010 / 18:30Portugal
vsKorea DPR
45
25-06-2010 / 21:00Portugal
vsBrazil
46
25-06-2010 / 21:00Korea DPR
vsIvory Cost

Group H - Spanyol, Chile, Honduras dan Switzerland

Match

Waktu
Antara
15
16-06-2010 / 18:30
Honduras
vsChile
16
16-06-2010 / 21:00Spanyol
vsSwitzerland
31
21-06-2010 / 21:00Chile
vsSwitzerland
32
22-06-2010 / 01:30Spanyol
vsHonduras
47
26-06-2010 / 01:30Chile
vsSpanyol
48
26-06-2010 / 01:30Switzerland
vsHonduras

Hati Yang Melayani (Karakter Kepemimpinan)

Kepemimpinan yang melayani dimulai dari dalam diri kita. Kepemimpinan menuntut suatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter. Kepemimpinan sejati dimulai dari dalam dan kemudian bergerak ke luar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin sejati dan diterima oleh rakyat yang dipimpinnya. Kembali betapa banyak kita saksikan para pemimpin yang mengaku wakil rakyat ataupun pejabat publik, justru tidak memiliki integritas sama sekali, karena apa yang diucapkan dan dijanjikan ketika kampanye dalam Pemilu tidak sama dengan yang dilakukan ketika sudah duduk nyaman di kursinya.


Paling tidak menurut Ken Blanchard dan kawan-kawan, ada sejumlah ciri-ciri dan nilai yang muncul dari seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani, yaitu:
Tujuan paling utama seorang pemimpin adalah melayani kepentingan mereka yang dipimpinnya. Orientasinya adalah bukan untuk kepentingan diri pribadi maupun golongannya tetapi justru kepentingan publik yang dipimpinnya. Entah hal ini sebuah impian yang muluk atau memang kita tidak memiliki pemimpin seperti ini, yang jelas pemimpin yang mengutamakan kepentingan publik amat jarang kita temui di republik ini.


Seorang pemimpin sejati justru memiliki kerinduan untuk membangun dan mengembangkan mereka yang dipimpinnya sehingga tumbuh banyak pemimpin dalam kelompoknya. Hal ini sejalan dengan buku yang ditulis oleh John Maxwell berjudul Developing the Leaders Around You. Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung dari kemampuannya untuk membangun orang-orang di sekitarnya, karena keberhasilan sebuah organisasi sangat tergantung pada potensi sumber daya manusia dalam organisasi tersebut. Jika sebuah organisasi atau masyarakat mempunyai banyak anggota dengan kualitas pemimpin, organisasi atau bangsa tersebut akan berkembang dan menjadi kuat.


Pemimpin yang melayani memiliki kasih dan perhatian kepada mereka yang dipimpinnya. Kasih itu mewujud dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan, kepentingan, impian dan harapan dari mereka yang dipimpinnya.
Ciri keempat seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani adalah akuntabilitas (accountable). Istilah akuntabilitas adalah berarti penuh tanggung jawab dan dapat diandalkan. Artinya seluruh perkataan, pikiran dan tindakannya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik atau kepada setiap anggota organisasinya.

Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mau mendengar. Mau mendengar setiap kebutuhan, impian dan harapan dari mereka yang dipimpinnya.

Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang dapat mengendalikan ego dan kepentingan pribadinya melebihi kepentingan publik atau mereka yang dipimpinnya. Mengendalikan ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantangan yang dihadapi menjadi begitu berat. Seorang pemimpin sejati selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendalian diri dan tidak mudah emosi.


Bolehkah Mempelajari Sihir?, Perbedaan Antara Sihir, Karamah dan Mukjizat.

[1]. Al-Hafizh rahimahullah mengungkapkan: Firman Allah Ta’ala.

“Artinya : Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), karena itu janganlah kamu kufur.” [Al-Baqarah: 102]

Di dalam firman-Nya ini terdapat isyarat yang menunjukkan bahwa mempelajari sihir adalah kufur.” [1]

[2]. Ibnu Qudamah ra mengatakan: “Belajar dan mengajarkan sihir adalah haram. Dalam hal itu kami tidak melihat adanya perbedaan pendapat diantara para ulama. Para sahabat kami [2] mengatakan, ‘Dikafirkan bagi tukang sihir untuk mempelajari dan mengerjakannya, baik dia yakin keharamannya atau kebolehannya”[3]

[3]. Abu ‘Abdillah ar-Razi mengatakan: “Mengetahui sihir itu bukan suatu hal yang buruk dan tidak juga dilarang. Para muhaqqiq telah bersepakat dalam masalah tersebut, karena pengetahuan itu sendiri pada hakikatnya adalah mulia. Dan karena adanya keumuman firman Allah Ta’ala:

“Artinya : Katakanlah hai Muhammad, ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui?’” [Az-Zumar: 9]

Dan karena sihir, jika tidak diketahui, maka tidak mungkin dibedakan dari mukjizat. Sedangkan pengetahuan tentang pemberi mukjizat (Allah) adalah suatu hal yang wajib, apabila suatu kewajiban bergantung kepada sesuatu, maka sesuatu itu adalah wajib. Sesuatu yang berhukum wajib, bagaimana akan bisa dikatakan haram dan buruk?”[4]

[4]. Al-Hafizh Ibnu Katsir mengatakan: “Apa yang disampaikan ar-Razi masih perlu ditinjau dari beberapa sisi, yaitu:

Pertama: Ucapannya, bahwa mengetahui sihir bukan suatu hal yang buruk, jika yang dimaksudkan tidak buruk itu menurut akal, maka penentangnya dari kaum mu’tazilah telah menyanggah hal tersebut. Jika yang dimaksudkan (dengan) tidak buruk itu menurut syari’at, maka terkandung di dalam ayat yang mulia ini:

“Artinya : Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman…” [Al-Baqarah :102]

Di mana ayat tersebut memuat kecaman bagi upaya mempelajari sihir. Dalam hadits shahih juga disebutkan.

“Barang siapa mendatangi peramal atau dukun, maka dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.”[5]

Dan dalam beberapa kitab Sunan disebutkan

“Artinya : Barangsiapa mengikat suatu ikatan dan barangsiapa yang meniupnya, berarti dia telah melakukan sihir”

Kedua: Demikian juga dengan ucapannya: “…dan tidak juga dilarang. Para muhaqqiq telah bersepakat dalam masalah tersebut.” bagaimana tidak dilarang, padahal telah terdapat ayat dan hadits sebagaimana kami sebutkan di atas. Dan kesepakatan para muhaqqiq menuntut ditetapkannya hal tersebut oleh para ulama atau mayoritas dari mereka. Lalu manakah nash mereka mengenai hal tersebut? Selanjutnya, memasukkan sihir ke dalam keumuman firman Allah Ta’ala.

“Artinya : Katakanlah (hai Muhammad) , ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui’” [Az-Zumar : 9], masih terdapat catatan, karena ayat ini sebenarnya menunjukkan pujian terhadap orang-orang yang berilmu dengan ilmu syari’at.

Mengapa anda tidak mengatakan bahwa sihir itu termasuk darinya, lalu anda menaikkannya menjadi wajib dalam mempelajarinya, dengan alasan bahwa pengetahuan mengenai mukjizat iitu tidak mungkin diperoleh kecuali dengan mengetahui ilmu sihir. Yang demikian itu merupakan alasan, yang lemah, bahkan menyimpang, karena mukjizat terbesar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah al-Qur’an yang agung, yang tidak mungkin diserang oleh kebathilan, baik dari arah depan maupun belakang, itulah kitab yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Kemudian untuk mengetahui bahwa Dia adalah Pemberi mukjizat, pada dasarnya tidak lain harus bergantung pada pengetahuan terhadap ilmu sihir.

Selanjutnya, perlu diketahui pula bahwa para sahabat dan tabi’in, serta para imam dan orang-orang awam dari kalangan kaum muslimin telah mengetahui mukjizat dan bisa membedakan antara mukjizat dan yang lainnya. Dan mereka tidak mengetahui sihir serta tidak juga mempelajari dan mengajarkannya. Wallaahu a’lam.[6]

Di dalam kitab al-Bahrul Muhiith, Abu Hayan mengatakan: “Adapun hukum belajar sihir, jika diantara sihir itu dimaksudkan untuk mengagungkan selain Allah, seperti bintang-bintang dan syaitan, juga menambahkan apa yang telah diberitahukan oleh Allah, maka menurut kesepakatan ijma’ adalah kufur, tidak boleh mempelajarinya dan tidak juga mengamalkannya. Demikian juga jika mempelajarinya dimaksudkan untuk menumpahkan darah serta memisahkan pasangan suami-istri atau persahabatan. Adapun jika tidak diketahui mengandung beberapa hal di atas, tetapi ada kemungkinannya, maka yang jelas hal tersebut tidak dibolehkan untuk mempelajari dan mengamalkannya. Sedangkan yang termasuk jenis pengelabuan, hipnotis dan sulap, maka tidak perlu mengetahuinya, karena ia merupakan bagian dari kebathilan. Dan jika dimaksudkan hanya untuk permainan dan hiburan orang-orang melalui kecepatan tangannya, maka hal itu dimakruhkan.”[7]

Dapat saya katakan: “Perkataan itu merupakan ungkapan yang sangat baik, dan hal itu pula yang seharusnya menjadi sandaran dalam masalah tersebut.”

Perbedaan Antara Sihir, Karamah dan Mukjizat.
Al-Marazi mengungkapkan: “Perbedaan antara sihir, karamah dan mukjizat adalah bahwa sihir berlangsung melalui proses beberapa bantuan sejumlah bacaan dan perbuatan (upacara ritual) sehingga terwujud apa yang menjadi keinginan si penyihir. Sedangkan karamah tidak membutuhkan hal tersebut, tetapi biasanya karamah ini muncul berkat taufiq dari Allah. Adapun mukjizat, ia mempunyai kelebihan atas karamah, karena diperoleh melalui perjuangan (tantangan).”[8]

Al-Hafizh Ibnu Hajar mengemukakan: “Imam al-Haramain menukil ijma’ yang menyatakan bahwa sihir itu tidak muncul kecuali dari orang fasik, sedangkan karamah tidak akan muncul pada orang fasik.”

Selain itu Ibnu Hajar juga mengungkapkan: “Perlu juga diperhatikan keaadaan orang yang mengalami kejadian luar biasa seperti itu, jika dia berpegang teguh pada syari’at dan menjauhi dosa-dosa besar, maka berbagai kejadian luar biasa yang tampak pada dirinya merupakan karamah, dan jika dia tidak berpegang teguh pada syari’at serta melakukan perbuatan dosa besar, maka hal tersebut merupakan sihir, karena sihir itu muncul dari salah satu jenisnya, misalnya memberi bantuan kepada syaitan.”[9]

Peringatan:
Biasa jadi seseorang itu bukan tukang sihir dan tidak mengenal sihir sama sekali dan dia pun tidak berpegang pada syari’at. Bahkan justru senang melakukan perbuatan dosa besar, meski demikian, pada dirinya tampak beberapa kejadian luar biasa, dan tidak jarang hal itu terjadi pada ahli bid’ah atau orang yang suka menyembah kuburan. Maka mengenai hal tersebut, dapat dikatakan bahwa hal itu merupakan bantuan syaitan sehngga jalan bid’ah yang ditempuhnya itu dibuat indah sedemikian rupa sehingga tampak indah oleh orang lain, lalu mereka mengikutinya dan meninggalkan Sunnah. Hal seperti itu sudah banyak terjadi dan sudah sangat populer, khususnya jika orang itu salah seorang pemimpin salah satu thariqat shufi yang diwarnai dengan bid’ah.

[Disalin dari kitab Ash-Shaarimul Battaar Fit Tashaddi Lis Saharatil Asyraar edisi Indonesia Sihir & Guna-Guna Serta Tata Cara Mengobatinya Menurut Al-Qur'an Dan Sunnah, Penulis Wahid bin Abdissalam Baali, Terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi'i]

Sepa-Silalouw's Fans Box

Sepa-Silalouw on Facebook